Soal Tugu Perang Lombok, Kepala Museum NTB Tawarkan Tiga Usulan

Mataram (Tumbuh Media) – Keberadaan beberapa material yang merupakan bagian dari Tugu Perang Lombok 1894 masih belum dipindahkan di halaman Kantor Gubernur NTB. Semenjak ditemukan akhir tahun 2024 lalu, sejumlah bagian yang merupakan bagian dari Tugu Perang Lombok ini, belum dilakukan penggalian secara penuh dan baru fokus di lokasi penemuan awal.

Biro Umum Setda NTB menaruh papan informasi di dekat material dan ditaruh gambar Tugu Perang Lombok dan foto bagian tugu yang ditemukan. Tidak hanya itu, memberikan penjelasan mengenai keberadaan tugu tersebut dibangun oleh Pemerintahan Kolonial Belanda.

Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, S.H., M.H., mengaku sudah diperintah oleh Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., melakukan kajian terhadap keberadaan temuan material yang merupakan bagian dari Tugu Perang Lombok tersebut.

Ahmad Nuralam menawarkan 3 usulan dari Museum Negeri NTB terkait keberadaan temuan material Tugu Perang Lombok.

“Pertama, melakukan penggalian terhadap sisa monumen yang masih tertanam di sekitar Lapangan Kantor Gubernur NTB. Usulan yang kedua, mengumpulkan bagian-bagian monumen tersebut dalam satu tempat yang mudah dilihat dan terjaga untuk dikaji,” kata Ahmad Nuralam dalam keterangannya, Mataram, Jum’at (14/2/2025), yang dikutip dari Suara NTB.

‘’Sementara yang ketiga agar Pak Sekda memerintahkan kepada Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi melakukan kajian lebih lanjut dan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Bali, NTB dan NTT,’’ tambahnya.

Sebelumnya, Sekda NTB H. Lalu Gita Ariadi, meminta Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, dan jajaran melakukan kajian terhadap temuan material berbahan granit berwarna hitam di lingkungan Kantor Gubernur NTB.

‘’Di Kantor Gubernur kita menemukan benda, batu aneh sejenis granit dan marmer hitam. Kaji-kaji, buka literatur. Konon ini bagian dari puing-puing sebuah tugu dibangun untuk menghormati pasukan Belanda yang tewas waktu perang Lombok 1894,’’ ungkapnya beberapa waktu lalu.

Dari kajian yang dilakukan ini akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan ke depan. Menurutnya, temuan benda ini setelah pekerja dari rekanan yang melakukan renovasi Kantor Gubernur NTB menemukan benda bersejarah.

Pihaknya mengetahui setelah dilakukan revitalisasi halaman Kantor Gubernur NTB. Apalagi melihat posisi temuan ini merupakan Kebun Raja. Belum lagi, berada di O kilometer Kota Mataram, gereja dan Kodim yang menjadi pusat pemerintahan.  Dalam hal ini, Museum Negeri NTB bisa melakukan koordinasi dengan Balai Arkeologi dan rencana selanjutnya. (*)

Baca juga: Kebudayaan NTB Dipamerkan pada Dunia Internasional, Ahmad Nuralam: Wujud Nyata Misi Kami

Berita Terkait

Tembus 1,5 Juta Pengunjung pada 2025, Kepala Museum NTB: Masyarakat Memiliki Kesadaran

Mataram (Tumbuh Media) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan sejarah baru dengan total jangkauan kunjungan dan interaksi masyarakat mencapai 1.588.798 orang sepanjang tahun 2025. Jumlah kunjungan dan interaksi…

Museum Masuk Sekolah, Camat Sekotong Apresiasi Langsung di SDN 5 Sekotong Barat

Lombok Barat (Tumbuh Media) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali melaksanakan program masuk sekolah yang bertujuan mengenalkan warisan sejarah kepada siswa-siswi di wilayah pesisir barat pulau Lombok, tepatnya…

One thought on “Soal Tugu Perang Lombok, Kepala Museum NTB Tawarkan Tiga Usulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita

Eks Pejabat Keuangan UM Bima Menjadi Sorotan Atas Dugaan Penggelapan Dana

Ciptakan Terobosan Besar, PT Cipta Rezeki Utama dan Perusahaan Jepang Teken MoU

PT. Cipta Rezeki Utama Resmi Buka Kantor Cabang Pertama di Bima

PT Cipta Rezeki Utama Terima Penghargaan dari SD Guithrie Sebagai Perusahaan Terbaik Di NTB Dalam Penempatan PMI Melalui Jalur Zero Cost

Harwoto,S.H, Janji Perjuangkan Perbaikan Jembatan Rusak di Desa Ngali Melalui Pokir

Ketua APJATI NTB H. Edy Sofyan Soroti Kebijakan Penerapan Zero Cost Bagi PMI Tujuan Malaysia